Langsung ke konten utama

Jeda

Jeda adalah sebuah pemberhentian sejenak sebelum meneruskan kembali. Jeda bisa berarti koma, bisa juga merupakan ketukan spasi. Jeda itu sebuah helaan nafas sebelum kita melanjutkan bernyanyi.

Hari ini aku memberi jeda kepada diriku sendiri untuk bertanya, "apakah semua kesibukanku selama ini membawaku semakin dekat ke tujuan hidupku".


Hari ini aku memberi jeda untuk berusaha meletakkan hal-hal yang lebih hakiki ke depan, mencegah diri untuk tidak terseret pada pusaran arus pada hal-hal yang tidak/kurang penting. Hal-hal yang membuat perhatianku teralih sedemikian lama dari hal hakiki yang ternyata perlahan mulai tersepak ke belakang.

Hari ini aku memberi jeda pada diriku untuk mengingat kembali tujuan hidup itu, yang apabila lambat saja aku tersadar, hal hakiki itu akan menguap seiring rotasi matahari dan aku akan kehilangannya.

Hari ini aku memberi jeda bagi diriku sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mendidik Anak

Sekarang, menjelang hari pernikahanku.. Following IG-ku berubah segmen.. Mulai follow2 akun tentang pernikahan, kesehatan, tips mempersiapkan kehamilan hingga melahirkan serta bagaimana mendidik anak. Berdasarkan artikel yang aku baca di id.theasianparent.com , ada 7 perlakuan orang tua calon pemilik anak sukses, yaitu: 1. Membiasakan anak mengerjakan pekerjaan rumah Anak yang dibiasakan menyelesaikan pekerjaan rumah akan dapat bekerjasama dengan temannya, juga memiliki rasa empati yang tinggi dan mampu mengerjakan tugas secara mandiri. 2. Mengajarkan anak trampil bersosialisasi Cara paling mudah adalah menunjukkan bagaimana menyapa orang lain, bermain bersama dengan teman, dan mengajak teman bermain di rumah. 3. Memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak Orang tua yang mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap anak akan selalu berusaha mengelola peluang untuk menjadikan anak sukses, dengan cara yang baik dan diridhoi Allah tentunya. 4. Memiliki hubungan harmonis Anak yang ...

Skype

Skype .. Perdana menggunakan aplikasi ini,, dikarenakan memang dirasakan cukup dengan telepon atau WhatsApp saja untuk berkomunikasi. Jadi ceritanya pejabat kami harus berkomunikasi dengan rekannya di Belanda demi membahas keperluan sidang Internasional yang akan diadakan 2 bulan lagi. Karena percakapan yang akan terjadi adalah di level pejabat, maka dirasa penting untuk mengecek semua persiapan agar berlangsung dengan baik dan lancar. Segala macam peralatan pendukung telah dibeli. Simulasi pun telah dilakukan, awalnya baru sebatas Skype ria dalam satu ruangan lalu tercetus ide Skype dengan teman yang ada di luar negeri. Nah, kebetulan teman satu angkatan PNS-ku ada yang lagi kuliah di Inggris dan Belgia. Alhamdulillah pada bersedia untuk membantu, ketika aku chat, ternyata di Inggris masih pukul 3 pagi. Saat sekitar 6 pagi, temanku membalas dan langsung bersedia melakukan Skype pagi itu juga, karena baru di jam 12 dia ada jadwal kuliah. Wkwkwkwk...