Langsung ke konten utama

Postingan

Berdua (ga selalu) lebih baik..

Assalammu'alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Hehehe.. Judulnya itu ungkapan hati loh.. Suka heran sama orang yang klo kemana-mana mesti ada temen. Tulisan ini lebih ke arah prihatin terhadap sikap orang yang kalo diajakin ikut baksos tapi kalo ga ada temen ga jalan alias ga ikutan. Ya ampuuun,, sendiri juga ga kenapa-napa koq. Tips buat ikut/datang ke suatu acara tapi sendirian: 1. Tanya lokasinya di mana berikut dengan ancer-ancernya; * 2. Tanya angkutan umum untuk tiba di sana dan perkiraan waktu tempuhnya; * 3. Jika kamu membawa kendaraan, tanya rute dengan jelas; * 4. Apabila tidak dilalui angkutan umum dan tidak pula membawa kendaraan pribadi, sampaikan kepada penyelenggara "apakah ada tebengan ke sana?"; 5. Jangan bawa uang ngepas  banget. Siapa tau kamu nyasar. Sesekali naik taksi atau ojek gpp lah; 6. Oh iya, jangan pasang tampang bingung. Pasti bakal kelihatan dan mengundang niat jahat orang. 7. Yang paling penting berdoa; 8. Ingat juga nanti di ...

Kita dan PAY

Assalammu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Apa kabar? Lama tak dipertemukan Allah dalam kesempatan yang sama ya? Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan berada dalam lindungan-Nya. Aamiin.. Oh ya, terakhir kita ketemu rame-rame mungkin waktu event #BukberAkbarPAY ya? Atau ada juga yang kemudian hadir pada #GatheringPAY ? Klo pada event #QurbanviaPAY kita menggawangi proses penyembelihan qurban di wilayah kita masing-masing. Ada yang di PAY Jakpus, PAY Jaksel, PAY Jaktim, PAY Jakbar maupun PAY Jakarta Utara. Tapi kita tetap satu: PAY and Do IT! :) Cerita dong kamu memilih masuk komunitas PAY ini karena apa sih? *hening Loh, koq ga ada yang mau cerita sih? #pundung #eh #enggakding :p Malam ini terkenang kembali kisah Sang Nabi. Tentang Beliau yang merupakan anak yatim dan betapa cintanya beliau kepada anak yatim. Teringat pada sabda Beliau.. "Aku dan orang yang menyantuni anak yatim kelak di surga akan bersamaku seperti ini (Rasulullah menyandingkan jari t...

Kita harus bagaimana?

Siang ini, aku mencoba mengecek WhatsApp-ku.. Ya, sudah beberapa hari aku tak mengaktifkan paket datanya. Tanpa diduga aku diinvite ke grup "Big Fam #WBT 12".. Aku patut bersyukur diinvite di grup ini. Mengapa demikian? Karena mereka in yang bergabung adalah orang2 hebat. Bukan tidak mungkin aku akan ketularan hebatnya mereka.. Aamiin.. :) Oh iya,, di grup ini aku belum bicara sama sekali. Hehehe.. Masih menyimak. Karena memang bahan obrolan di sini seakan tidak ada habisnya.. Hingga sampai kepada giliran Mas Dinar, sang lead fasilitator sharing pengalamannya sebagai trainer lalu ada yang bertanya "Apa kata2 motivasi dari Pak Jamil Azzaini yang berkesan banget buat Mas Dinar?" Lalu apa jawabnya? Mau tau aja atau mau tau banget??? Ayo penasaran dooong.. #eh #maksa :p Hehehe.. Mas Dinar menjawab: Pak Jamil Azzaini pernah berkata "jika kita menjadi generator listrik yang memiliki tegangan kecil, maka energi daya sebarnya pun kecil. Jika kita ...

Sukses Mulia

Assalammu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 14-16 Februari 2014. Aku baru saja mengikuti "Wanna be Trainer". Acara ini didukung oleh 15 fasilitator dan dipimpin langsung oleh Pak Jamil Azzaini . Jujur sebetulnya aku belum terlalu kenal nama yang telah kondang ini. Beliau adalah trainer, story teller dan suka nulis juga, nulis buku maupun di website pribadinya. Namun sayangnya, aku termasuk yang jarang mampir ke sana. Membaca tulisan Beliau ataupun surat pembacanya. Sebelum ini, aku baru bertemu sekali yaitu pada saat launching Hijab Alila Special Lebaran. Di sana sudah terpukau, follow akun twitter Beliau tapi trus lupa. Laluuu.. Kira-kira bulan Januari 2014 temanku mengirim broadcast promo WBT batch 12. Karena bertempat di Hotel Balairung Matraman dan materi yang akan disampaikan itu aku butuh banget. Singkat kata, aku mendaftar. : D Wow, acara itu KerON!!!  3 hari yang LUAR BIASA.. Selain itu kami juga belajar tent...

Jika suatu saat nanti kau menjadi seorang Ibu..

Jika suatu saat nanti kau menjadi seorang ibu, jadilahh seperi Asma' binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman.. Jika suatu saat nanti kau menjadi seorang ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya. Saat itu sang anak baru berusia 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut Perang Badar. Rasulullah tidak mengabulkannya, lalu ia pulang kepada Ibunya dengan sedih hati. Sang Ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti pada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain. Beberapa tahun kemudian, ia terkenal karena kecerdasannya dan keahliannya menulis dan menghapal Al Qur'an. Nama anak itu Zaid bin Tsabit. Jika suatu saat nanti kau menjadi seorang ibu, jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat berjamaah. Kelak, ia...

Ujian keikhlasan kah untuk kami?

                                    Satu kata.. Nangis membaca ini.. Keadaan seperti ini kerap terjadi. Karena memang benar kami kadang mempunyai kesibukan ataupun skala prioritas yang berbeda.. Maklum koqqqq.. Tapi beneran. Perasaan kehilangan itu tetap ada.. Sepiii sekali jika dibayangkan ketika kami lagi kumpul bareng.. Ya, mungkin karena perasaan sayang kepada keluarga PAY ini sudah terlanjur dalam. Ataukah ini ujian untuk keikhlasan kami ? :)) Berulang kali Bang Zul bilang, ikhlas harus ikhlas.. Karena dengan begitu kita ga pernah bakal kecewa pada manusia. Tapi, kalo datang rapat.. Yang udah kita bayangan kan bakal ketemu teman2 yang sedemikian rame dan ngangenin. Tapi kalo ternyata sepi yang dateng itu ada loh kecewanya.. :'(( Semoga ini bukan termasuk tidak ikhlas.. Aamiin..